site meter
Selasa, 11 Januari 2011
Totalitas India
Saya sudah tak ingat kapankah Kuch-kuch Hota Hai diproduksi oleh industri film Bollywood. Saya hanya ingat dalam film itu, SRK bermain dengan sangat bagus. Buktinya? Saya menangis ketika menontonnya, ceritanya menyayat hati alias sedih. Apakah yang diangkat dalam film itu? India termasuk negara yang warga negaranya sangat cinta akan negerinya dan bangga akan tradisi dan adat istiadatnya. Kebanggaan itu juga tampak dalam film-film yang mereka produksi sendiri. Para orang film India mengangkat realitas masyarakatnya dalam film-film yang dapat dinikmati segala kalangan usia. Hebatnya, dari sana pulalah mereka mendulang rupee bagi devisa negara. Tak hanya sekedar menjual tubuh + erotisme akan India Tamil dan India Bombay, industri film India telah menjadi sarana edukasi bagi para generasi India yang kemudian menyebar ke berbagai negara dan menguasai sektor-sektor vital ekonomi dengan posisi top level. Generasi baru India adalah orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan klasik hingga kontemporer. Agaknya, Gandhi yang selama ini memang dianggap nabi telah berhasil menyatukan India dan membentuk identitas Bollywood : I’m Khan and I’m an actor.
Jangan Jadi Budak
Apa yang terjadi sebenarnya pada kasus kekerasan seksual pada TKW Indonesia asal Bima, NTB di Saudi? Sungguhkah kasus ini tak tersentuh oleh hukum syariah yang berlaku disana? Seorang kawan ngobrol di dunia maya, ia ekspat India yang berkantor di Riyadh mengatakan, sering dan banyak kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan, disembunyikan sendiri oleh bersangkutan. Mengapa? Adakah takut atau justru menikmatinya? Yang jelas, jangan menjadi budak! Dalam bahasa melayu, budak berarti anak namun dalam terminologi kita, budak sering dimaknai sebagai hamba sahaya. Bagaimana dengan budak belian? Beli, apaan sih? Hati-hati, jangan kurang R, kalau budak berlian, tentu boleh… Anak berlian!
Senin, 27 Desember 2010
Mintalah pada Ibu
Itu sudah tidak penting lagi, dengan siapakah tubuh rongsok ini tertidur dalam kelelapan dan kelelahan. Sebab selanjutnya yang terasa adalah gerakan bahwa rahim-Nya menyebut Tuhan dalam asma dan dzikir2. 9 bulan dalam hitungan, seonggok darah menangis melalui tuba faloppi ia berteriak, "aku mencari air susu ibu."
Jika sang bapak berbisik dengan iqamat di telinga mungilnya, maka hanya titik air mata yang menetes dari pipi si ibu, pemilik vagina, simbol sebuah virginitas?
"Sayang, terima kasih hari ini kau berteriak untuk ibu yang sudah tak lagi muda."
melihatmu yang mungil dan teriakanmu yang keras sudah cukup mengembangkan rongga dada ibu untuk menyebutmu, my baby, honey and sweetheart.. jangan terlalu berisik sebab hujan juga sedang jatuh rintik-rintik. Bisakah sedikit tenang sebab ibu tahu kamu sedang mencari buku untuk bisa kau baca sendiri, sudah tanpa ibu. uahhh....uaahhh... oeeee ... itu bukan tanda lapar tapi panggilan kalau kamu meminta ibu menuliskanmu sebuah puisi.
"Sayang, bisakah kamu panggil nama ibu dengan lebih jelas esok hari?"
Jika sang bapak berbisik dengan iqamat di telinga mungilnya, maka hanya titik air mata yang menetes dari pipi si ibu, pemilik vagina, simbol sebuah virginitas?
"Sayang, terima kasih hari ini kau berteriak untuk ibu yang sudah tak lagi muda."
melihatmu yang mungil dan teriakanmu yang keras sudah cukup mengembangkan rongga dada ibu untuk menyebutmu, my baby, honey and sweetheart.. jangan terlalu berisik sebab hujan juga sedang jatuh rintik-rintik. Bisakah sedikit tenang sebab ibu tahu kamu sedang mencari buku untuk bisa kau baca sendiri, sudah tanpa ibu. uahhh....uaahhh... oeeee ... itu bukan tanda lapar tapi panggilan kalau kamu meminta ibu menuliskanmu sebuah puisi.
"Sayang, bisakah kamu panggil nama ibu dengan lebih jelas esok hari?"
Minggu, 26 Desember 2010
membaca buku, mengingat PIZZA
Saya pernah makan PIZZA, regular. Jika buku seperti PIZZA, saya selalu saja gagal membayangkan Pizza itu seperti buku, saat pizza saya makan. Sebab saya sedang makan pizza bukan makan buku pizza. Kenapa saya makan Pizza?
Sebabnya ada dua :
1. enak
2. lapar
Tiga? Tidak ada. selanjutnya saya lebih senang mencari air putih sebab makan pizza regular satu pan untuk sendiri tentu membuat eneg. Apalagi saat hamil, biasanya yang dicari ya biskuit bukan pizza. mikir2 kasian amat suamiku disuruh jalan2 ke pizza hut untuk sekedar memuaskan rasa ngidam akan pizza. nah, iya doi selamet, kalo nyasar gimana? emang doi lagi dimana? Pizza Hut apa yang mau dicarinya? Bukannya PH itu adanya di mall? nah, kalo di mall kan banyak mbak2 yang jagain toko, matanya dijagain gak? entar pulang ke rumah bukan malah beli pizza, kok bawa2 buku2? kan saya nitip pizza wong lagi gak pengen makan biskuit. ada biskuit pizza di istana pizza? kenapa yang jadi dibeli jadi lagunya Tasya sih???
Sebabnya ada dua :
1. enak
2. lapar
Tiga? Tidak ada. selanjutnya saya lebih senang mencari air putih sebab makan pizza regular satu pan untuk sendiri tentu membuat eneg. Apalagi saat hamil, biasanya yang dicari ya biskuit bukan pizza. mikir2 kasian amat suamiku disuruh jalan2 ke pizza hut untuk sekedar memuaskan rasa ngidam akan pizza. nah, iya doi selamet, kalo nyasar gimana? emang doi lagi dimana? Pizza Hut apa yang mau dicarinya? Bukannya PH itu adanya di mall? nah, kalo di mall kan banyak mbak2 yang jagain toko, matanya dijagain gak? entar pulang ke rumah bukan malah beli pizza, kok bawa2 buku2? kan saya nitip pizza wong lagi gak pengen makan biskuit. ada biskuit pizza di istana pizza? kenapa yang jadi dibeli jadi lagunya Tasya sih???
Kamis, 09 Desember 2010
Kasurnya Anak TK
Aisha baru masuk playgroup. Ia senang ketika sekolah membagi tas dan baju seragam. "Lihat ummi, ini tas dan bajunya."
Mungkin karena liat kakak Afreen sekolah dan ke TPA, Aisha juga pengen sekolah cepat2. Tapi, Aisha tetap balita. Suatu hari, ia meminta saya untuk mengupas mangga yang diambilnya dari kulkas. Bukan Manggarai ya, Dek.. kalo itu mangganya Ade Rai. Abis mengupas mangga, saya potong kecil2. Ia minta makan mangga pake garpu, saya setuju. Tapi giliran dia nangis karena minta mangganya ditambahin gula, saya pengen pingsan. Saya makan sepotong, trus bilang, "Icha, mangganya sudah manis, gak usah lagi ditambahin gula. Nanti adek sakit gula alias diabetes."
Dia tetap nangis. Sambil dibujuk2, mangganya disantap juga. Mangga abis, cuci tangan, malam larut, ia ngajak bobok. Saya nurut walau belum ngantuk.
Dia mulai cerita ttg teman2 di PG dan wali kelasnya yang bernama Bu Ella. "Bsk sekolah, aku mau ditemani ummi."
Saya nurut, gak bisa nolak. Entah kenapa, saya gak bisa nolak permintaanya untuk kemudian nemani di sekolah, pegang tas dan nongkrong seharian.
Saya nolak nurut ketika Icha minta jajan sebab bekal dari rumah masih ada di tasnya. Lagian yang diminta, es. Saya kurang ngerti kayaknya, sebab ngeliat es, saya ngerasa kedinginan dan gigi rasanya kaku sekali. Dia nanya saya punya uang apa enggak, saya bilang ada tapi kayaknya bukan buat beli es.
Malam, saya nyari selimut dan sarung untuk nutup badannya, khawatir kedinginan. Sebelum bobok,ia akan berdoa, kalo saya nanya, doa sebelum bobok apa ya, dek?
Udah lancar, trus bobok. Nyenyak. Kadang jempol masih diemot dan saya akan tarik pelan-pelan. Gigi susunya agak kurang bagus makanya kebiasaan ngemot itu gak ingin saya biarkan. Juga diem2 kalo mau buang air besar.
Saya bilang," ummi tau adek udah bisa gak ngemot lg dan bilang kalo mau ee. Ummi juga tau kalo adek udah ngerti kalo mau ee, adek udah bisa ngomong."
Kakak Afreen bilang, kalo ada ummi Icha suka rewel.
Ya itulah adek Icha. Punya selera sendiri, beda ama kakak.
Suatu malam, Aisha bilang begini, sebelum bobok.
"Mi, aku mau menabung."
Saya cuma bisa jawab,"Dek, ada 3 cara menabung ; di sekolah, celengan, dan di bank. Apa yang adek pilih?"
"Aku mau nabung di sekolah."
Saya ingin menangis tapi tidak di depannya sebab saya tidak ingin dia melihat saya menangis. Dia pasti tidak tau, air mata yang keluar itu, tanda sedih ato bahagia.
Aisha udah 3 tahun, tapi dia bisa menjawab pertanyaan yang sangat sulit. Sekolah, memang tempat menabung setelah rumah dan sebelum ke masyarakat.
Selanjutnya Asiha melakukan eksplorasi terhadap potensi saya dalam membacakan buku cerita dan bernyanyi. Baca buku sebelum tidur dan bernyanyi dengan irama sendiri.
Walau ngantuk, saya paksakan juga. Aisha tidur dengan nyenyak setelah buku dibaca dan lagu Eros Sheila on 7 saya nyanyikan.
JANGAN TAKUT GELAP
MATIKAN LAMPU SEBELUM TIDUR
SEBAB ITU AKAN MELINDUNGI KAMU DARI KELELAHAN
Lagu dinyanyikan, Aisha tetap tak mau lampu dimatikan. Mungkin ia tau bahwa itu cuma lagu dan ia tetap aja takut gelap. Bobok yang nyenyak ya, dek. Bismikaallahumma ahya wa bismika ammut.
Mungkin karena liat kakak Afreen sekolah dan ke TPA, Aisha juga pengen sekolah cepat2. Tapi, Aisha tetap balita. Suatu hari, ia meminta saya untuk mengupas mangga yang diambilnya dari kulkas. Bukan Manggarai ya, Dek.. kalo itu mangganya Ade Rai. Abis mengupas mangga, saya potong kecil2. Ia minta makan mangga pake garpu, saya setuju. Tapi giliran dia nangis karena minta mangganya ditambahin gula, saya pengen pingsan. Saya makan sepotong, trus bilang, "Icha, mangganya sudah manis, gak usah lagi ditambahin gula. Nanti adek sakit gula alias diabetes."
Dia tetap nangis. Sambil dibujuk2, mangganya disantap juga. Mangga abis, cuci tangan, malam larut, ia ngajak bobok. Saya nurut walau belum ngantuk.
Dia mulai cerita ttg teman2 di PG dan wali kelasnya yang bernama Bu Ella. "Bsk sekolah, aku mau ditemani ummi."
Saya nurut, gak bisa nolak. Entah kenapa, saya gak bisa nolak permintaanya untuk kemudian nemani di sekolah, pegang tas dan nongkrong seharian.
Saya nolak nurut ketika Icha minta jajan sebab bekal dari rumah masih ada di tasnya. Lagian yang diminta, es. Saya kurang ngerti kayaknya, sebab ngeliat es, saya ngerasa kedinginan dan gigi rasanya kaku sekali. Dia nanya saya punya uang apa enggak, saya bilang ada tapi kayaknya bukan buat beli es.
Malam, saya nyari selimut dan sarung untuk nutup badannya, khawatir kedinginan. Sebelum bobok,ia akan berdoa, kalo saya nanya, doa sebelum bobok apa ya, dek?
Udah lancar, trus bobok. Nyenyak. Kadang jempol masih diemot dan saya akan tarik pelan-pelan. Gigi susunya agak kurang bagus makanya kebiasaan ngemot itu gak ingin saya biarkan. Juga diem2 kalo mau buang air besar.
Saya bilang," ummi tau adek udah bisa gak ngemot lg dan bilang kalo mau ee. Ummi juga tau kalo adek udah ngerti kalo mau ee, adek udah bisa ngomong."
Kakak Afreen bilang, kalo ada ummi Icha suka rewel.
Ya itulah adek Icha. Punya selera sendiri, beda ama kakak.
Suatu malam, Aisha bilang begini, sebelum bobok.
"Mi, aku mau menabung."
Saya cuma bisa jawab,"Dek, ada 3 cara menabung ; di sekolah, celengan, dan di bank. Apa yang adek pilih?"
"Aku mau nabung di sekolah."
Saya ingin menangis tapi tidak di depannya sebab saya tidak ingin dia melihat saya menangis. Dia pasti tidak tau, air mata yang keluar itu, tanda sedih ato bahagia.
Aisha udah 3 tahun, tapi dia bisa menjawab pertanyaan yang sangat sulit. Sekolah, memang tempat menabung setelah rumah dan sebelum ke masyarakat.
Selanjutnya Asiha melakukan eksplorasi terhadap potensi saya dalam membacakan buku cerita dan bernyanyi. Baca buku sebelum tidur dan bernyanyi dengan irama sendiri.
Walau ngantuk, saya paksakan juga. Aisha tidur dengan nyenyak setelah buku dibaca dan lagu Eros Sheila on 7 saya nyanyikan.
JANGAN TAKUT GELAP
MATIKAN LAMPU SEBELUM TIDUR
SEBAB ITU AKAN MELINDUNGI KAMU DARI KELELAHAN
Lagu dinyanyikan, Aisha tetap tak mau lampu dimatikan. Mungkin ia tau bahwa itu cuma lagu dan ia tetap aja takut gelap. Bobok yang nyenyak ya, dek. Bismikaallahumma ahya wa bismika ammut.
Sophie dalam Edisi Emas
Pernah baca dunia sophie?
Novel filsafat yang sempat best seller beberapa tahun lalu kini
diterbitkan ulang oleh Penerbit MIZAN.
Tidak tanggung2, Gold Edition! Lebih tebal!
Novel filsafat yang sempat best seller beberapa tahun lalu kini
diterbitkan ulang oleh Penerbit MIZAN.
Tidak tanggung2, Gold Edition! Lebih tebal!
Rabu, 08 Desember 2010
HOBAT HEBAT
mau obat?
YA HOBAT hanya ada di hebatdotcom. Depan G10, pinggir BNI'46,
sebelah bonbin Tamansari ..!!!
YA HOBAT hanya ada di hebatdotcom. Depan G10, pinggir BNI'46,
sebelah bonbin Tamansari ..!!!
Langganan:
Postingan (Atom)