Apa iya gua subscribe ke 9400 ya?
Ngapain juga tuh nomer ngirim2 love tips yang isinya begini :
Kamu tau coklat itu manis. Kamu tau bunga itu indah. Tapi kamu tau kalau kamu itu lebih manis dan indah. Met valentine sayang. Pesan itu masuk tgl 28 Feb 2010 ke handphone ku. Bukannya valentine tgl 14 Februari? 14 x 2? Dobel kali yeeeee .... Ngantuk gitu? Ketiduran....Zzzzz!
site meter
Selasa, 02 Maret 2010
Sabtu, 27 Februari 2010
Batagor bukan Batak Goreng
Baso adalah kreativitas dan tahu dari kedelai. Inilah kenikmatan batagor. Bukan sekedar jajanan K5 tapi sudah merambah menjadi toko. Liat saja Batagor Riri, tempat makan batagor asik punya di sekitaran SMA BPI, mangkalnya anak2 keren kota kembang. Jangan lupa minum setelah makan batagor. Bisa ditemani dengan teh botol. Bukan hanya Sosro tapi ada juga fresh tea. Sama segarnya. Tambah segar lagi jika jalan ke Ciwidey, daun teh dan angin pegunungan akan semakin menambah kenikmatan Tuhan. Jangan lupa, ini Batagor bukan batak goreng ya!
Jumat, 26 Februari 2010
Tampaknya Pak Hernowo Benar:)
Saya dikirimi e-book untuk belajar menulis script oleh seorang teman. 3 e-book. Oh, God. Kenapa sih lo tega banget ama gua, Ndro? Ngirim kok ya gak kira2. Gua minta lo bikin cerpen gua jadi film, lo malah ngirimin gua e-book. Lo mau apa sih, Ndro? Mana disuruh googling lagi. Emangnya lo sapa sih? Hehehehe. Tapi, bener, Ndro, gua pengen belajar. Kayaknya banyak cerita bisa jadi film yak? Trus jadi duit. Biar deh rupiah juga.
Dan yang kedua, kali ini Pak Hernowo benar soal media. Susah katanya kalo gak printed. Iyakah? Batal dong ceritanya Yasraf about hiperreality? Simulacrum? Abrakadabra? Tapi emang iya juga sih, pegel banget melototin komputer. E-book tetap kudu di-print, biar bisa dibawa kemana2. Laptop bisa juga sih sebenarnya dibawa pergi-pergi. Cuma tetap aja laptop kudu pake baterai atau nyari PLN kalo baterainya abis. Nah kalo printed, paling banter juga kena air, sobek, nge-print lagi deh. Jadi siapa yang bisa nge-print kan e-book buat gua? Bukannya elu, Ndro? Atau mending minta kelas gratisnya Salman aja ya? Makasih ya, Ndro. God bless u.
Dan yang kedua, kali ini Pak Hernowo benar soal media. Susah katanya kalo gak printed. Iyakah? Batal dong ceritanya Yasraf about hiperreality? Simulacrum? Abrakadabra? Tapi emang iya juga sih, pegel banget melototin komputer. E-book tetap kudu di-print, biar bisa dibawa kemana2. Laptop bisa juga sih sebenarnya dibawa pergi-pergi. Cuma tetap aja laptop kudu pake baterai atau nyari PLN kalo baterainya abis. Nah kalo printed, paling banter juga kena air, sobek, nge-print lagi deh. Jadi siapa yang bisa nge-print kan e-book buat gua? Bukannya elu, Ndro? Atau mending minta kelas gratisnya Salman aja ya? Makasih ya, Ndro. God bless u.
Kamis, 25 Februari 2010
Makassar, Use Your Brain!
Ini bukan permainan kamera. Bukan juga ilusi. Ini kenyataan, teman. Huru hara yang terjadi di kampus Unhas Makssar dan terekam sangat baik di layar TV adalah KENYATAAN. Saya sengaja menuliskannya dengan huruf besar. Menggambarkan bagaimana risaunya hati dan terganggunya pandangan mata saya. Rasanya minus kacamata ini bertambah lagi. Saya menanyakan hal itu lewat seorang teman yang memang tinggal disana. Benarkah demikian. Plese, write dong buat PenaPensil, live! Laporan pandangan mata! Katanya benar, menurut saudaranya yang memang "dinas" di kampus sana.
Kawan saya itu menontonnya lewat TV Makassar dan saya menonton di saluran TV Jakarta. Sama? Pake hubb atau hub? Akhhh ... Sudahlah.
Saya hanya ingin katakan, please use brain. God has gave it and why we don't use it properly. Mengapa kembali lagi ke zaman batu, kuda gigit besi, masa prasejarah? Adakah sesuatu lebih beradab? Katanya soal perempuan? Ada apa dengan perempuan? Apa masalahnya? Ehmmmm ....
Makassar, kota itu pesisir. Pinggir pantai. Saya memang belum pernah kesana, tapi saya yakin suasana tropisnya tak beda jauh dengan kota-kota lain di negeri pesisir yang pernah tersinggahi oleh saya. Negeri zamrud khatulistiwa, pesona yang sudah diberikan Sang Pencipta. Disana ada Hasanudin, Sang Pahlawan, ada Habibie bos pesawat terbang dan Bapak Yusuf Kalla, sang pengusaha, Ali Yafie, tokoh agama. Orang-orang besar dan cerdas yang sedikit banyak sudah memberikan kontribusi berharga buat negeri ini. Mereka menggunakan otak dan akal sehat. Jangan nodai Makassar yang demikian indah! Apalagi di tempat yang bernama kampus. Itu sekolah. Universitas!
Kawan saya itu menontonnya lewat TV Makassar dan saya menonton di saluran TV Jakarta. Sama? Pake hubb atau hub? Akhhh ... Sudahlah.
Saya hanya ingin katakan, please use brain. God has gave it and why we don't use it properly. Mengapa kembali lagi ke zaman batu, kuda gigit besi, masa prasejarah? Adakah sesuatu lebih beradab? Katanya soal perempuan? Ada apa dengan perempuan? Apa masalahnya? Ehmmmm ....
Makassar, kota itu pesisir. Pinggir pantai. Saya memang belum pernah kesana, tapi saya yakin suasana tropisnya tak beda jauh dengan kota-kota lain di negeri pesisir yang pernah tersinggahi oleh saya. Negeri zamrud khatulistiwa, pesona yang sudah diberikan Sang Pencipta. Disana ada Hasanudin, Sang Pahlawan, ada Habibie bos pesawat terbang dan Bapak Yusuf Kalla, sang pengusaha, Ali Yafie, tokoh agama. Orang-orang besar dan cerdas yang sedikit banyak sudah memberikan kontribusi berharga buat negeri ini. Mereka menggunakan otak dan akal sehat. Jangan nodai Makassar yang demikian indah! Apalagi di tempat yang bernama kampus. Itu sekolah. Universitas!
Selasa, 23 Februari 2010
Masih Hidup!
Anak-anak, Ummi masih hidup. Sehat. Alhamdulillah. Kalaupun sering bersendawa, itu biasa. Badannya emang gampang sekali masuk angin apalagi kalau telat dan lupa makan. Berangin-angin. Selanjutnya Ummi akan pusing tujuh keliling. Maafkan Ummi harus berpisah dengan Ayah. Mungkin jalan terbaik ketika kepala Ummi dan Ayah tidak dapat lagi dipertemukan. Keinginan yang kuat adalah tetap dapat bicara baik-baik dengan hati yang lapang.
Habib, Afreen, Aisha ... tak ada yang meminta apalagi memaksa walau Ummi perempuan dan ibu kalian, usaha untuk bisa memegang sekedar berapa keping uang di tangan akan Ummi lakukan. Masih ada yang bisa dilakukan dan diperhatikan. Dunia belum kiamat. Roda masih terus berputar. Selama ajal belum menjemput, jalan harus terus kita ikhtiarkan. Ummi belum tahu dimana batasnya namun Ummi yakin kalian bertiga penentunya. Karena kalian, Ummi insyaallah bisa.
Sayang Ummi selalu ...
Habib, Afreen, Aisha ... tak ada yang meminta apalagi memaksa walau Ummi perempuan dan ibu kalian, usaha untuk bisa memegang sekedar berapa keping uang di tangan akan Ummi lakukan. Masih ada yang bisa dilakukan dan diperhatikan. Dunia belum kiamat. Roda masih terus berputar. Selama ajal belum menjemput, jalan harus terus kita ikhtiarkan. Ummi belum tahu dimana batasnya namun Ummi yakin kalian bertiga penentunya. Karena kalian, Ummi insyaallah bisa.
Sayang Ummi selalu ...
Gayatri Sayang ....
Gayatri, salah satu deposan Bank Century, pengusaha jamu. Adakah gelak riang Gayatri menggambarkan hatinya yang lapang? Sungguhkan atraksi demo dan teatrikalnya memang menjadi ekspresi seninya seperti yang disebutkan Gayatri? Hanya Gayatri yang tahu, bukan Bang Ruhut si Raja Minyak.
Amien Rais Bicara Juga
Di tengah huru hara kasus Century, Amien Rais salah seorang tokoh reformasi angkat bicara juga. ia meminta dengan tegas : Pansus segera keluarkan nama! Melihat Pak Amien di layar kaca, membuka kembali potret ; Soeharto, Gus Dur, dan Megawati. Dua pertama yang disebut sudah dipanggil Sang Khalik. Kini, tinggal Pak Amien dan Bu Mega.
Langganan:
Postingan (Atom)