site meter

Sabtu, 04 September 2010

children

my babies ... mom miss all of u
for laugh, fun and cry
when mom open again ur hands craft in book
everything become wonderful
mom type a book for u, hope u can build communication each other
although i don't always beside all of u
but, don't forget, keep mom's pic in your cupboard ya..
coz, mom always remember u, how about ur daily, ur school, ur friends
take care, dearest ... mom love u ...

Selasa, 31 Agustus 2010

Khitan untuk Anak-anak, awalnya belajar thaharah!

(bukan cyberporn)

Khitan, di Indonesia biasa disebut sunat. Kalo khitanan dilakukan rame-rame, maka disebutlah sunatan massal. Kalo sunatnya sendirian sih kagak rame. Biasanya anak kecil akan nangis abis disunat, sakit soalnya, berdarah lagi. Normallah anak-anak nangis kalo kesakitan. Namanya juga anak kecil. Anakku yang laki-laki juga nangis abis dikhitan waktu dia berusia sekitar 3 tahun. Saat itu khitannya menggunakan metode electric cauter/ lazer yang ditangani seorang dokter yang memang mengambil spesialisasi dalam soal ini. Tidak seperti khitanan yang dilakukan secara
tradisonal setelah dikhitan biasanya pake sarung. Kalo metode khitan dengan electric cauter/ lazer, setelah khitan dilakukan dianjurkan untuk menggunakan celana burung. Celana yang bagian depannya didesain agak longgar sehingga tidak menyentuh kulit anak yang masih luka abis dikhitan. Habib juga menggunakan celana ini lepas dikhitan hanya entah kenapa dia lebih suka gak mau pake celana. Mungkin lebih adem kali ya, berangin-angin.

Dari tulisan ringan dr. Donny Sulifan tentang khitan, saya meringkaskannya kembali untuk anda. Sejarah khitan sudah dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS dimana beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengkhitan dirinya sendiri. Sejak saat itulah berkhitan menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan atau wajib bagi ajaran Islam, Nasrani, dan Yahudi. Bagi Islam, ini menyangkut pada masalah thaharah (bersuci).Dalam prakteknya, khitan memiliki beberapa metode, yaitu ; tradisional, konvensional, dan modern, electric cauter.

Ditta dan Makarizo….belum confirm euy!

80 ribu rupiah, Ditta Salon dan Spa menawarkan paket obat untuk rambut dari Makarizo, yang salah satu produknya mengandung Royal Jelly. Khasiat dan manfaatnya yang seperti madu dan Bee Pollen ternyata bukan hanya dapat dikonsumsi untuk bagian dalam tubuh namun juga dapat menjadi obat bagi rambut dan kulit kepala yang bermasalah. Apa sesungguhnya Makarizo dan mengapa Ditta Salon dan Spa menggunakan produk ini untuk menyenangkan pelanggannya, saya mencoba mendatangi Feny Susanti, sang pemilik salon dan spa di Coatessville, Kota Wisata, Cibubur. Tapi belum berhasil soalnya belum dihubungi sih. Ada-ada aja …

Tanpa Borax dan Babi

Ini bakso asik punya, oke doke, mantap abisss. Perlu dicoba, saya menemuinya di Canadian Broadway Kota Wisata Cibubur. Tanpa B2, bukan cuma babi tapi juga borax. Namun sayang, saya gak nanya apa penyedapnya pake Sasa ato Masako (begini) saja. Namun sepertinya bener, ini warung tidak pake penyedap As Sultan. Kagak ada plangnya sih. SBY yang bermukim di Gunung Putri, Cikeas, pernah mampir kesini. Kurang ngerti juga kenapa Presiden kita satu ini makan baksonya jauh-jauh amat. Padahal kalo gak salah nih, di pinggir2 jalan Cikeas itu banyak tukang bakso deh. Perlu riset lebih dalam, lebih lanjut ...

Pupuk, si Penyubur

Penyubur tanah disebut pupuk namun untuk kepala manusia dinamakan tonik. Kepala botak bisa lebat kembali dengan ini. Kalo kita ngobrol-ngobrol soal penyubur tanah memang kita tak bisa lepas dari cacing dan PT. Pupuk Kaltim. Hubungannya? PT. Pupuk Kaltim adalah salah satu perusahaan penghasil pupuk, hanya ada di Kalimantan Timur, salah satu propinsi di Pulau Kalimantan, ibukota Samarinda. Jika di Palembang, ada PT.Pupuk Pusri dan PT. Pupuk Kujang, miliknya Jawa Barat. Namun, jangan kaget kalo PT. Pupuk Kaltim juga berkantor di Jakarta, ibukota negara yang bernama Indonesia. Boleh dong, sekali suka-suka gua aja. Namun sepertinya memang kurang enak keliatannya kalo tanaman di sebrang kantor PT. Pupuk Kaltim Jakarta keliatan kuning dan kurang segar. Masa sih, gak mau nyumbangin pupuk? Ehmmmm….jangan ngomong pupuk deh kalo tanahnya sendiri gak digemburin, gimana tanaman mau idup? Kemana kontak dinas penyiraman dan perkebunan ya? HALO?

Tosh, Parantos?

TOSHIBA, I need u … although you too old, I still need u in my life now. A technician said 2 me, u’re naughty. But, I see, u haven’t eyes, 2 eyes like me. So, there is a naughty values? Oh, I see, maybe at naughties … it’s a values. TOSHIBA if u can talk with me, what u wanna say for me? Is it, Ires, why you don’t do fasting? are u sick? If it’s true, u must eat drugs, honey .. timely and don’t be too lazy … TOSHIBA, eat well ya, hmmm .. if ramadhan comes, fasting well too. Don’t be lazy again … u know what I means, TOSH? Tosh, u know Mr. Bean, hhhmm, why he disturbed me at fb? Laughing, is it fun? I don’t like Mr. Bean now coz he is naughty… is Mr. Bean like crying, hhhhuuhuhhuhuhuh … I feel, it’s good too ..!

Senin, 30 Agustus 2010

From on the Laptop
Jakarta July 3, 2010

Part 3
Apa yang saya bincangkan ketika ketemu Mr Ismet? Yah, perkara humaniora atau ARTS. ART itu seni. Mr Ismet adalah dosen di Aussie, dimana Opera House ada disana dan Adelaide, adalah sebuah nama kota. “Aku pernah ke Bandung setelah dari Padang, kota itu pernah disinggahi lalu berlanjut di Malang. Agaknya jalanku memang jauh. Amerika menyapa setelah itu, apa pun kukerjakan disana hingga aku bertemu Rebecca, gadis Amerika yang telah memberiku dua orang anak yang kini sudah besar. Kami sekarang menetap di Melbourne. Deakin menitipkan banyak mahasiswa yang ingin belajar tentang Indonesia sehingga tiap tahun aku harus mampir ke Negara ini. Namun, sayang … lama kampung tak kusinggahi.”

Pak Ismet yang terhormat, terima kasih atas keramahan anda membayarkan kamar semalam saja di Jakarta. Saya harus belajar lagi menggesek kartu kunci kamar agar bisa beristirahat dengan enak. Namun sayang, dari lantai empat hotel bintang 5 itu saya tidak melihat Cikapundung. Rasanya agak sedikit rindu saya melihat keruhnya air sungai yang membelah sebagian besar Jakarta itu. Saya berjalan ke arah Ancol – Tanjung Priok , mungkin dulu Fatahillah pernah main2 disini. Air di sungai masih keruh, sepertinya ketika hujan deras turun, Cengkareng masih sedikit terganggu dengan air laut akan yang naik ke daratan.

Part 1
Back to Jakarta, it’s a pleasure. A big place in Indonesia. Le Meridien, it’s a hidden hotel. When u across Sudirman street you can see it, “le Meridien”, hhhummm. Why I can’t see clearly? My one glass was lost and I learn to see without glasses. Yap, I must try it and don’t be hesitate asking a answer, how the way I can reach it? Don’t forget, back to Jakarta is back to le Meridien!!

Part 2
Membawa pakaian basah ke sebuah hotel, emang baru nyuci dimana? Sungai Cikapundungkah? Tak terlihat dari sini. Dari lantai 4 “le Meridien” yang terlihat adalah deru kendaraan melaju dalam kecepatan rata-rata. Mencuci di sungai lama tak kita lakoni ketika tinggal di sebuah kota modern sebab air yang deras sudah disalurkan dengan sangat rapi melalui pipa-pipa yang dapat diakses dengan keran air. Sensasi mencuci di sungai mungkin hanya hadir dalam imajinasi seperti ingatan akan bidadari yang turun dari kahyangan ke bumi lalu mandi di sungai-sungai tanpa kembang tujuh rupa.