site meter

Minggu, 08 Agustus 2010

ayam pejantan aja ... bukan ayam kampuang ... baiko jauh bana di kampuang ...!!!

sakitlah perut gua, masak gua makan lotek mentah dikasih cabe rawit segede gajah. emang tau darimana segede gajah. yah, gede .. namanya juga gajah. kalo yang kecil namanya jerapah tau ... harga 1 ekor ayam pejantan, tidak mendekati 1 dirham perak ... tapi masih di kisaran 30-40 rupiah .. rupa ayam pejantan agak mirip ayam kampung... tapi tidak kampungan atuh dong ...makanya doi tidak berharga sama dengan 1 kilogram ayam kampung yang berharga 1 dirham. jadi, gimana nih ayamnya, mau dibakar ato disate aja ... kalo disate namanya sate ayam. pengen makan pakai bumbu kacang boleh, pake kecap aja, mangga ... namun tidak bisa dengan bumbu sate padang. soale sate padang itu pedes pisan ... dan hanya halal disantap dengan lidah sapi ..... mari-mari kita makan-makan ....

Sabtu, 07 Agustus 2010

Rumah Aspirasi ato Rumah Rakyat ?

Kita butuh rumah aspirasi, lalu kemana rumah rakyat? Begini Anas menjelaskan kepada ANTARA dan PenaPensil melanjutkannya ke anda. Selamat membaca ...

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, wacana pembangunan rumah aspirasi penting maknanya dan Partai Demokrat akan mendukung rencana tersebut.

"Rumah aspirasi sangat penting," kata Anas di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, rumah aspirasi para anggota DPR itu bisa digunakan menjadi kantor perwakilan di dapil serta bisa dijadikan tanda kedekatan politik anggota dewan dengan konstituennya serta memudahkan agregasi kepentingan rakyat di dapil tersebut.

"Kehadiran rumah aspirasi adalah salah satu tanda akuntabilitas politik anggota dewan," katanya.

Namun demikian, kata Anas, rumah aspirasi tidak perlu dibangun atas biaya APBN.

"Rumah aspirasi bisa dibangun dan dibiayai sendiri oleh masing-masing anggota. Tidak perlu menambah beban APBN. Sewa atau kontrak pun tidak ada masalah, yang penting adalah ada dan hidup," kata Anas.

Sejauh ini, banyak anggota dewan yang sudah mempunyai rumah aspirasi dan didanai secara mandiri.

"Saya misalnya, mendirikan Anas Center di Blitar yang menjadi rumah aspirasi sebelum saya mundur dari Senayan. Anas Center akan tetap hadir dan menjalankan kegiatan ke depan," katanya.

Alternatif lain, kata Anas, adalah memanfaatkan kantor partai di tingkat kabupaten/kota, sehingga kantor partai malah makin hidup kegiatannya.

"Intinya tidak perlu dialokasikan dana APBN untuk rumah aspirasi," katanya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra Pius Lustrilanang menyatakan, secara hukum dana rumah aspirasi ini lebih kuat dibandingkan dana aspirasi dan dana desa.

"Rumah aspirasi ini adalah amanah dari Undang-Undang MD3 (MPR,DPR, DPD, dan DPRD), ini tatibnya juga sudah ada," ujar Pius yang juga wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT).

Ia menambahkan, anggaran dana rumah aspirasi ini juga telah tercantum dalam anggaran BURT.

"Budgetnya kan sudah ada dari anggaran BURT pembangunan sarana yang jumlahnya Rp3,3 triliun itu. Pemerintah baru menyetujui sekitar Rp2,7 triliun. Jadi masih ada sisa Rp500 Miliar, itu yang sedang kami negosiasikan," kata Pius.

Rumah aspirasi akan berbentuk gedung permanen seperti kantor, tetapi bukan membangun rumah baru. Rencananya akan disediakan anggaran sekitar RP200 juta per anggota setiap tahun untuk sewa kantor, menggaji staf dan operasional rumah aspirasi selama setahun.

Kamis, 29 Juli 2010

ramadhan bersama ajwa

diambil dengan paksa dan tanpa kekerasan dari blog-nya abdurrahman. semoga ALLAH memberinya kelapangan dan keleluasaan .... AMIINNNNN!!!!

Ajwa Dates Keep Away Harm, Poison And Magic

Ajwa (عجوة) is a soft dry variety of date fruit from Saudi Arabia. It is cultivated at Madina Monawara. A delightfully soft and fruity date with fine texture.

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Whoever has seven Ajwa dates every morning he will not be harmed on that day by poison or magic.” [Saheeh al-Bukhaaree (5445) (5768) (5769) (5779)].

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Ajwa dates are from paradise.” [Tirmidhee (2068) he said hasan Saheeh and it was authenticated by Shaikh al-Albaani].

Referring to eating seven Ajwa dates, the Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “He will not be harmed by anything until he reaches the evening.” [Saheeh Muslim (2047)].

These dates cost around 70 Saudi Riyals per KiloGram.

There are also "imitations" or some sold an inferior quality dates and "conned" the customers as "AJWA dates" To know whether its AJWA, look closely at the dates. There are very fine white lines on the dates.

ajwa date

Madina Dates Keep Away Harm

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Whoever has seven dates between the two areas (the east and west of Madina) as soon as he wakes up every morning, he will not be harmed on that day by poison until the evening.” [Saheeh Muslim (154) (2047)].

Dates In One’s Home

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “O Aisha! A house that has no dates in it their family is hungry. Oh Aisha! A house that has no dates in it their family is hungry.” [Saheeh Muslim (153), (2046)].

Selasa, 27 Juli 2010

HALO ... Mi, aku mau gambar gajah!!!

Ummi, ... ini aku, Afreen. Oh iya? Kok aku nelpon ke hp ummi gak ada cihhh? Oh iya, Frin, ummi lupa ngabarin kalo hp ummi jatuh, raib .. tau deh dimana. Kalo mau yang baru emang sih kudu ganti ama Nexian kali ya, lucu soalnya nexian itu. Masa cuma 295 ribu bisa apa aja tapi kartunya kudu simpati pede euy. Kayaknya emang kudu ganti sih soalnya nokia itu dah busuk sangat. Apa ya, Frin, Nokia yang keren. Bukan keranjang duren yak? Eh, Afrin kenapa sih, kok nangis, suara ummi kebesaran ya? Emang sepertinya ummi kudu ke THT nih abis suara Afreen kurang jelas. Kata adek Icha kakak lagi gendong2 adek bayi, Mi, trus abang belon bangun. Kok ayah bilang abang udah berangkat sekolah, bangun, makan, langsung kabur. Jadi mana yang bener?

Ummi sedih ya? Afreen pernah tanya itu ke ummi. Ah, kata siapa sedih? Kalo pegel mah iya, abis nyuci baju soalnya trus puasa. Tapi syukur gak ke kali, masih nyala kran airnya. Itu tandanya airnya masih ada. Mata airnya masih jalan, kayak sumur zamzam. Latihanlah mau ramadhan soalnya. Bongkar2 gorden, mau ganti suasana ah, biar debunya mabur. Kotor sangat nih rumah nenek dan sepertinya harus diangkat ke atas nih bangunannya. Kayaknya kurang pantes ya kalo jadi rukan. Rumah makan ato rumah kantor ya ... Pokoknya rumah. Titik, Gak boleh koma. Gak boleh stop.

Senin, 26 Juli 2010

Sukawarna ato Sukajadi ... ???

Sukawarna biru deh ... Blue ... blue sky is blue, green .. green ... trees are green ... kalo sukawarna? Itu mah nama kelurahan atuh. Sukajadi, kecamatan ... kalo sarijadi? hmmm, kampung gua aja dah , nanggung soale ...

Minggu, 25 Juli 2010

Democratize ...

Percayakah saya dengan pemilu yang kerap disebut pesta demokrasi. Jika itu adalah buah dari demokrasi, please, sorry for that. I don't like democrazy coz its not believe in God. No place for God in democrazy. I believe in human, just not believe in with democrazy. It's not human. Plizzz, check out ur agenda ... where is it? where is God ...

menjelang "ramadhan" ... Allah with us ..!!

Kamis, 22 Juli 2010

Cut Tari dan Zaim Saidi

Adakah saya ingin menyandingkan Cut Tari dan Zaim Saidi? Tentu tidak, tidak perlu dan tidak ada kerjaan untuk itu. Saya hanya ingin membahas soal pornografi yang dilakukan oleh Cut Tari dalam kacamata dan titik pandang seorang Zaim Saidi. Untuk itulah, bapak 4 orang anak ini bicara dalam "Habis Demokrasi, Terbitlah Pornografi". Bisa dibaca dalam penuh konsentrasi di www.zaimsaidi.org. Selamat menikmati!