Rasanya, masa depan saya adalah menjadi tukang coret. Tidak puas rasanya, ketika GK masih saya buka dan saya coret-coret isinya. Atau hanya sebuah ekspresi ketika seorang teman, ia dosen dan pernah menjadi penyiar di salah satu radio swasta bilang, masa bukumu cuma 20 halaman? Jika mau bikin buku beneran, selesaikan hingga 150 halaman. Dimanakah kau taro Gunawan Mohammad? Ato masih ingatkah anda dengan Ayu Utami?
Saya letakkan Mas GM dalam kepala dan hati saya. Sebab saya tak ingin mengusik Catatan Pinggir-nya di Majalah TEMPO atau merubahnya menjadi Mohammad Sobari. Mengapa? Sebab GM tak sama dengan MS. Jika anda kurang jeli, ati2 dengan GM, anda malah bisa masuk ke jalan palmerah. Kenalkah kalian dengan Pak MS? Coba cek beliau di database ANTARA dan minta sekretaris disana untuk kembali membuka Ms. word-nya.. Hati-hati ... untuk buka Ms. Word, kita harus punya komputer dulu... laptop juga tak mengapa. Namun jangan HP ya, soalnya bunyinya bisa jadi begini : ringing tone by NOKIA.
site meter
Minggu, 26 September 2010
Sabtu, 25 September 2010
BURAM
agak buram ketika Kinanthi dilanjutkan kembali ...
bagaimana tidak, TASARO masih saja dan selalu suka memilih nama-nama zodiac ; Virgo, Cancer, dan Leo dalam GK-nya. Agak kaget saya ketika TASARO menerjemahkan virgo dan dengan sang perawan, cancer = kepiting dan Leo alias singa. Berjalan sedikit, ada ARA, bagian yang menjadi isi GK-nya TASARO, sebelum Kinanthi-Ajuj dituntaskannya.
Percaya atau tidak, saya menggunakan ARA juga dalam "Jejak Ash", yang pasti tidak setebal GK. Jika TASARO mengatakan ARA sebagai altar, bolehkah saya katakan pada TASARO bahwa saya senang menggunakan kata itu untuk nama sebuah pohon.
Yaps ... pohon ARA!
bagaimana tidak, TASARO masih saja dan selalu suka memilih nama-nama zodiac ; Virgo, Cancer, dan Leo dalam GK-nya. Agak kaget saya ketika TASARO menerjemahkan virgo dan dengan sang perawan, cancer = kepiting dan Leo alias singa. Berjalan sedikit, ada ARA, bagian yang menjadi isi GK-nya TASARO, sebelum Kinanthi-Ajuj dituntaskannya.
Percaya atau tidak, saya menggunakan ARA juga dalam "Jejak Ash", yang pasti tidak setebal GK. Jika TASARO mengatakan ARA sebagai altar, bolehkah saya katakan pada TASARO bahwa saya senang menggunakan kata itu untuk nama sebuah pohon.
Yaps ... pohon ARA!
Baca NAON?
Anda baca apa?
GALAKSI KINANTI. Galaksi baru dalam tata surya setelah bimasakti dan andromeda. rame ato tidak? Entahlah, yang jelas ...saya tidak melihat kemacetan dalam GK atau ngadatnya TASARO, saya hanya melihat tanda-tanda baca, huruf-huruf yang tertulis tegak dan miring ... selanjutnya, maaf TAS, gua memberikan tanda merah. Agaknya ini kebiasaan kurang enak buat anak-anak. Membaca sambil memegang pensil atau pena. pada halaman 197, saya memberikan lingkaran untuk sebuah percakapan.
"Atas nama negara AMERIKA, kami putuskan Kinanthi diberi hak untuk bersekolah dengan biaya negara, pekerjaan dengan gaji minimum, mendapat tempat tinggal, diberi jaminan pelayanan kesehatan seumur hidup dan Kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya."
namun ups, mengapa K pada kebebasan ditulis dengan huruf besar? Luput atau sebuah kesengajaan? Lagi-lagi saya melingkarinya dengan pensil merah. Mungkinkah FREEDOM dilekatkan disana? Jika tidak, tak mengapa, gak usah dipaksa.
GALAKSI KINANTI. Galaksi baru dalam tata surya setelah bimasakti dan andromeda. rame ato tidak? Entahlah, yang jelas ...saya tidak melihat kemacetan dalam GK atau ngadatnya TASARO, saya hanya melihat tanda-tanda baca, huruf-huruf yang tertulis tegak dan miring ... selanjutnya, maaf TAS, gua memberikan tanda merah. Agaknya ini kebiasaan kurang enak buat anak-anak. Membaca sambil memegang pensil atau pena. pada halaman 197, saya memberikan lingkaran untuk sebuah percakapan.
"Atas nama negara AMERIKA, kami putuskan Kinanthi diberi hak untuk bersekolah dengan biaya negara, pekerjaan dengan gaji minimum, mendapat tempat tinggal, diberi jaminan pelayanan kesehatan seumur hidup dan Kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya."
namun ups, mengapa K pada kebebasan ditulis dengan huruf besar? Luput atau sebuah kesengajaan? Lagi-lagi saya melingkarinya dengan pensil merah. Mungkinkah FREEDOM dilekatkan disana? Jika tidak, tak mengapa, gak usah dipaksa.
NO AIR ... NO AIR
Perjalanan Bandung-Jakarta dapat ditempuh dengan beberapa cara ; darat dan udara. Belum ada ferry sebab Bandung masih setia menjadi kota kembang yang selalu setia berada sekian km di atas permukaan laut.
Udara, ya naik pesawat (masa naik Garuda). Bukan apa-apa emang GARUDA tidak mengoperasikan maskapai penerbangannya ke Bandung. Bandara Hussen hanya terima AIR ASIA, Merpati, dan kalo tidak melesat MANDALA.
"Kenapa pahanya, Mbak?"
Seorang gadis manis duduk di sebelah saya ketika cipaganti travel menemani perjalanan kami dari Bandung-Bogor.
"Abis rafting."
"Tak kirain surfing. Kalo surfing, di warnet aja, Mbakyu."
"Grand Canyon"
"Bukan Green Palace?"
"Coba oleskan pala atau aloe vera. Mungkin bisa sedikit redakan nyeri dan dinginkan luka."
"Ya, saya mau ke Lapangan Tembak."
"Kalau ibu?"
"Menuju kawasan padat property di pinggiran jalan TOL."
"Sampai kapan?"
"Abis lebaran"
Udara, ya naik pesawat (masa naik Garuda). Bukan apa-apa emang GARUDA tidak mengoperasikan maskapai penerbangannya ke Bandung. Bandara Hussen hanya terima AIR ASIA, Merpati, dan kalo tidak melesat MANDALA.
"Kenapa pahanya, Mbak?"
Seorang gadis manis duduk di sebelah saya ketika cipaganti travel menemani perjalanan kami dari Bandung-Bogor.
"Abis rafting."
"Tak kirain surfing. Kalo surfing, di warnet aja, Mbakyu."
"Grand Canyon"
"Bukan Green Palace?"
"Coba oleskan pala atau aloe vera. Mungkin bisa sedikit redakan nyeri dan dinginkan luka."
"Ya, saya mau ke Lapangan Tembak."
"Kalau ibu?"
"Menuju kawasan padat property di pinggiran jalan TOL."
"Sampai kapan?"
"Abis lebaran"
Rabu, 22 September 2010
Lanjutkan Kinanti
Masih saja saya tidak ingin menghabiskan GK. Bukan apa-apa, saya sangat sadar bahwa GK bukanlah tahu sumedang ato pisang goreng kipas yang enak sekali disantap hangat-hangat. GK tetaplah buku yang harus dibeli pake uang atau ditukar dengan sekeping dirham atau khamsa. Untuk itu pula, kita harus bekerja, memeras baju, memerah sapi agar mau mengeluarkan susu atau membajak sawah.
Buku ini cukup enak dibaca, jika anda menyebutnya sebagai novel. Proses kreatif itu tidak gampang karena saya sangat yakin bahwa tasaro, ayah dari Sena ini cukup memeras otak untuk dapat menuntaskan novel tebal ini. Lelah ya, Tas (baca : tasaro bukan tas gantung)...
Agaknya Tasaro cukup mengenal Mas Emha, sang Kyai Kanjeng dengan baik. Terselip kata Gusti Pangeran di salah satu lembar GK. Kata itu yang juga terdengar dari suara Mas Emha di Tombo Ati. Saya juga memberikan tanda merah untuk persepsi kaya yang ingin disampaikan oleh GK.
"Kamu kan, anak orang kaya, Juj. Bapakmu banyak uang. Kalau aku memang ndak tahu mau nerusin atau tidak. Sepertinya tidak."
Apa itu kaya? Sekarang kita bicara tentang definisi atau sebuah persepsi? Mari kita buka dan otak-atik kesadaran kita. Kaya apakah yang ingin kita raih? Kaya apakah yang dimaksud?
Tentu bukan kaya monyet, itu seperti (mungkin) maksudnya. Kaya hati .... selanjutnya kaya online. Untuk yang terakhir, saya melihat Samuel Indrajaya menuliskannya menjadi judul buku yang diterbitkan oleh Elex.
Dengan sangat rapi dan detail, tasaro bercerita tentang kaya apa yang ada dalam kepala Kinanti dan Ajuj hingga Zhaxi ... dari pinggiran New York... tasaro ingin mengajak saya melanjutkan Kinanti ... dimanakah tasaro???
Buku ini cukup enak dibaca, jika anda menyebutnya sebagai novel. Proses kreatif itu tidak gampang karena saya sangat yakin bahwa tasaro, ayah dari Sena ini cukup memeras otak untuk dapat menuntaskan novel tebal ini. Lelah ya, Tas (baca : tasaro bukan tas gantung)...
Agaknya Tasaro cukup mengenal Mas Emha, sang Kyai Kanjeng dengan baik. Terselip kata Gusti Pangeran di salah satu lembar GK. Kata itu yang juga terdengar dari suara Mas Emha di Tombo Ati. Saya juga memberikan tanda merah untuk persepsi kaya yang ingin disampaikan oleh GK.
"Kamu kan, anak orang kaya, Juj. Bapakmu banyak uang. Kalau aku memang ndak tahu mau nerusin atau tidak. Sepertinya tidak."
Apa itu kaya? Sekarang kita bicara tentang definisi atau sebuah persepsi? Mari kita buka dan otak-atik kesadaran kita. Kaya apakah yang ingin kita raih? Kaya apakah yang dimaksud?
Tentu bukan kaya monyet, itu seperti (mungkin) maksudnya. Kaya hati .... selanjutnya kaya online. Untuk yang terakhir, saya melihat Samuel Indrajaya menuliskannya menjadi judul buku yang diterbitkan oleh Elex.
Dengan sangat rapi dan detail, tasaro bercerita tentang kaya apa yang ada dalam kepala Kinanti dan Ajuj hingga Zhaxi ... dari pinggiran New York... tasaro ingin mengajak saya melanjutkan Kinanti ... dimanakah tasaro???
Jumat, 17 September 2010
Best of GK : Membaca TASARO
Jika Yogi Pasha, wartawan Harian Seputar Indonesia menyebut bahwa Galaksi Kinanthi memang diniatkan menjadi buku best seller sekaligus calon penerima penghargaan bergengsi, maka saya mengatakan bahwa ini adalah Best of Gunung Kidul (bukan Tasaro GK). Mengapa?
Buku yang diterbitkan oleh Salamadani pada 2009 ini dengan Tasaro sebagai pemegang hak cipta menyelipkan sedikit pesan indahnya pesona pantai Gunung Kidul di lembaran akhir bukunya. Cara yang cukup baik untuk menyampaikan pesan bahwa Gunung Kidul bukanlah daerah yang tandus dan tak memiliki masa depan. Jika saja ini hendak digarap, Gunung Kidul sungguh benar menjadi tempat yang baik bagi dahsyatnya Galaksi Kinanti.
Tasaro, dibesarkan dalam tradisi Katolik, ia pernah menceritakan hal itu pada obrolan ringan di suatu sore pada saya. Sehingga ketika membaca lembar terakhir GK, saya mengira bahwa Tasaro menyampaikan pesan bahwa Paus Paulus Yohannes yang datang ke Gunung Kidul. Ternyata .... ikan paus dari benua lain. Entahlah, apakah Tasaro melihat benar ikan paus ini atau tidak. Hanya yang jelas, saya lebih senang jika di bagian cover Galaksi Kinanthi, Salamadani menuliskan begini : tasaro GK, best of Gunung Kidul, bukan best writer. Ini sih, kata saya. Sebab selanjutnya saya ingin menyampaikan tahniah atas terbitnya novel Tasaro yang kedua : Muhammad, Sang Penggenggam Hujan.... kalo tidak salah, begitukah judulnya, Tas?
Saya senang Tasaro bercerita tentang Jawa sebab ia memang Jawa. Sangat mengalir, dia gambarkan itu ... Jawa dalam bahasa dan Jawa sebagai sebuah daerah. Tasaro tidak bercerita tentang kejawen, namun Galaksi Kinanthi memberikan gambaran apakah itu kejawen dalam budaya Jawa.
tasaro, jika saja surga ada di dunia, maka GK adalah surga buat Jawa. Aku tuh lebih tua darimu, tas .. jadi ya mbok ya sopan sedikit, napa?
Maksud gua begini, siapakah Kinanthi itu sebenarnya? Seorang editor buku anak-anak atau benar seorang penulis cantik dari pinggiran New York? So, jangan main-main dengan gua ya?
Sebagai seorang alumnus communications, GK-nya TASARO memang banyak menyelipkan pesan-pesan komunikasi. C5 : content, context, creativity, community, dan costumer, bukan hanya hadir dalam bentuk buku terbitan Salamadani namun juga menjadi bagian dari isi Galaksi Kinanthi.
Latar belakang Tasaro di bidang penerbitan, juga menjadi separuh nafas buku ini. Adowwww, kayak Dewa Budjana aja. Tapi, syukur, Tasaro gak jadi bujangan lapuk. Kasian atuh, tasaro, lapuk kena panas dan hujan. Selanjutnya, biarkan ... saya kembali meneruskan bacaan GK, belum tamat aja ....
Buku yang diterbitkan oleh Salamadani pada 2009 ini dengan Tasaro sebagai pemegang hak cipta menyelipkan sedikit pesan indahnya pesona pantai Gunung Kidul di lembaran akhir bukunya. Cara yang cukup baik untuk menyampaikan pesan bahwa Gunung Kidul bukanlah daerah yang tandus dan tak memiliki masa depan. Jika saja ini hendak digarap, Gunung Kidul sungguh benar menjadi tempat yang baik bagi dahsyatnya Galaksi Kinanti.
Tasaro, dibesarkan dalam tradisi Katolik, ia pernah menceritakan hal itu pada obrolan ringan di suatu sore pada saya. Sehingga ketika membaca lembar terakhir GK, saya mengira bahwa Tasaro menyampaikan pesan bahwa Paus Paulus Yohannes yang datang ke Gunung Kidul. Ternyata .... ikan paus dari benua lain. Entahlah, apakah Tasaro melihat benar ikan paus ini atau tidak. Hanya yang jelas, saya lebih senang jika di bagian cover Galaksi Kinanthi, Salamadani menuliskan begini : tasaro GK, best of Gunung Kidul, bukan best writer. Ini sih, kata saya. Sebab selanjutnya saya ingin menyampaikan tahniah atas terbitnya novel Tasaro yang kedua : Muhammad, Sang Penggenggam Hujan.... kalo tidak salah, begitukah judulnya, Tas?
Saya senang Tasaro bercerita tentang Jawa sebab ia memang Jawa. Sangat mengalir, dia gambarkan itu ... Jawa dalam bahasa dan Jawa sebagai sebuah daerah. Tasaro tidak bercerita tentang kejawen, namun Galaksi Kinanthi memberikan gambaran apakah itu kejawen dalam budaya Jawa.
tasaro, jika saja surga ada di dunia, maka GK adalah surga buat Jawa. Aku tuh lebih tua darimu, tas .. jadi ya mbok ya sopan sedikit, napa?
Maksud gua begini, siapakah Kinanthi itu sebenarnya? Seorang editor buku anak-anak atau benar seorang penulis cantik dari pinggiran New York? So, jangan main-main dengan gua ya?
Sebagai seorang alumnus communications, GK-nya TASARO memang banyak menyelipkan pesan-pesan komunikasi. C5 : content, context, creativity, community, dan costumer, bukan hanya hadir dalam bentuk buku terbitan Salamadani namun juga menjadi bagian dari isi Galaksi Kinanthi.
Latar belakang Tasaro di bidang penerbitan, juga menjadi separuh nafas buku ini. Adowwww, kayak Dewa Budjana aja. Tapi, syukur, Tasaro gak jadi bujangan lapuk. Kasian atuh, tasaro, lapuk kena panas dan hujan. Selanjutnya, biarkan ... saya kembali meneruskan bacaan GK, belum tamat aja ....
Rabu, 08 September 2010
Membaca Arsalan dalam TheMuslim Guy
Beberapa kali saya membaca tulisan Arsalan yang dikirimkannya ke email saya. Ya, saya memang mendaftar berlangganan newsletternya. Saya mengenal Arsalan dalam pestablogger 2009 dimana saya mengikuti acara itu, awal hingga akhir. Arsalan, melakukan online chatting dengan kita2 yang kebagian sesi bridging the gap. Ia menggunakan skype saat itu, kalo tidak salah dan menyampaikan satu hal : NETWORK. Saya tidak terlalu jelas soal itu, hanya chatting memang agak terganggu. Ada apakah dengan network, Arsalan?
Maafkan saya Arsalan, jika harus menggunakan tools untuk bisa menangkap tulisannya, coz i'm not american. I'm a woman, live on the earth and still can breath until now., alhamdulillah.
Jika Arsalan bilang tentang Osama dalam salah satu tulisannya, bolehkah saya berbagi sedikit tentang Kenny G ... saya menyimpan rekamannya instrumentalia-nya tapi gak tau dimana ia menyimpan saxophone-nya ...
Met lebaran, Arsalan ... Happy SYAWAL AND IED MUBARAK!
Maafkan saya Arsalan, jika harus menggunakan tools untuk bisa menangkap tulisannya, coz i'm not american. I'm a woman, live on the earth and still can breath until now., alhamdulillah.
Jika Arsalan bilang tentang Osama dalam salah satu tulisannya, bolehkah saya berbagi sedikit tentang Kenny G ... saya menyimpan rekamannya instrumentalia-nya tapi gak tau dimana ia menyimpan saxophone-nya ...
Met lebaran, Arsalan ... Happy SYAWAL AND IED MUBARAK!
Langganan:
Postingan (Atom)