site meter

Senin, 16 Agustus 2010

Resep asam urat/ rematik/ pegal-pegal/ masuk angin

1.200 gram ubi jalar merah
2.5 butir cengkeh
3.5 butir kapulaga
4.10 butir merica
5.1 ibu jari kayumanis
6.1 butir pala
7.3 ruas jahe merah
8.200 cc susu segar encer
9.Gula merah secukupnya direbus dengan air 1,5 liter hingga tersisa ½ liter

Kolesterol ... jangan dong ...!!!

1.Kuning telor
2.Cumi/ sotong
3.Jeroan sapi
4.Jeroan ayam
5.Otak sapi
6.Mentega

NO 4 penderita asam urat ...

1.Sarden (ikannya bagus, mungkin yang gak baik kalengnya kali ya?)
2.Jantung (enak dibarengin ama makan ati!)
3.Usus
4.Limpa
5.Paru-paru (maksudnya paru gitu?kalo paru2 kan alat buat bernapas kan ya?)
6.Hati (ati ayam bagus buat bayi yang mulai belajar makan nasi, campur deh ama bayam, insyaallah dia akan sekuat popeyes, ati sapi dan kambing enak dibakar ama arang ato batok kelapa, jadi sate BO!!)
7.Otak (BRAIN?)
8.Daging bebek
9.Daging angsa
10.Daging kambing
11.Cumi-cumi (bisa cuma2 gak?)
12.Udang
13.Remis (bukan kartu remi, itu mah temen maennya kartu Joker!)
14.Ikan yang dikeringkan (bukan durinya)
15.Kacang-kacangan yang dikeringkan
16.Makanan yang diawetkan (sama gak bagusnya dengan mummi)
17.Asparagus
18.Bayam (sobatnya popeye, warnanya mirip asparagus)
19.Kol, kembang kol
20.Jengkol (bau)
21.Daun singkong (banyak pisan di rumah makan “Sederhana”
22.Kangkung (bukan kingkong)
23.Melinjo, emping
24.Buncis
25.Rebung (enak banget kalo dimasak pake santan …nyemnyemmm)
26.Es, dingin.
27.Alkohol, ini mah jelas haram!!
28.Ragi, iyalah, masa ragi gituan dimakan, emang enak???

IQRA, bismirabbikalladzikhalaq

Adakah kita sudah sampai dan berada pada ketinggian peradaban saat ini. Jika menyimak pernyataan Arnold Toynbee bahwa sebuah peradaban dapat dilihat dari konsumsi buku dan sabun bisa saya katakan YA. Coba aja jalan-jalan ke swalayan atau pasar-pasar, berapa banyak sabun dan buku yang anda temukan disana. Bukan hanya sabun mandi yang berhadiah uang seratus ribu tapi juga ada sabun cuci yang bonusnya mangkok buat makan bakso. Hebat kan? Lalu bagaimana soal buku? Ini perlu pembahasan pada ruang khusus sebab bicara soal ini adalah pembahasan gampang-gampang susah. Jika dulu buku hanya dapat dibaca tercetak maka sekarang kita dapat mengaksesnya secara digital (baca : buku elektronik). Bahkan dengan adanya komunikasi data, berbagai buku dapat dibaca lewat internet. Di depan sebuah komputer, ada sambungan ke kabel telpon, ketikkan beberapa huruf di layar browser, kita sudah bisa membaca! Inilah peradaban era ini.
Tapaki masa Fir’aun. Ia mewariskan pyramid dan mummy yang disimpan di dalamnya. Pyramid segitiga sama sisi yang sangat tinggi di tengah gurun pasir Mesir yang panas, itulah ketinggian peradaban masa lalu. Bukan huruf latin, disana kita tahu hieroglip dan hanya bisa dibaca oleh para ahli artefak. Fir’aun, masih ingatkah dirimu dengan Musa, Nabi Allah yang Maha Besar itu? Di bukit Tinggi sana, Allah punya kuasa-Nya.

Minggu, 08 Agustus 2010

ayam pejantan aja ... bukan ayam kampuang ... baiko jauh bana di kampuang ...!!!

sakitlah perut gua, masak gua makan lotek mentah dikasih cabe rawit segede gajah. emang tau darimana segede gajah. yah, gede .. namanya juga gajah. kalo yang kecil namanya jerapah tau ... harga 1 ekor ayam pejantan, tidak mendekati 1 dirham perak ... tapi masih di kisaran 30-40 rupiah .. rupa ayam pejantan agak mirip ayam kampung... tapi tidak kampungan atuh dong ...makanya doi tidak berharga sama dengan 1 kilogram ayam kampung yang berharga 1 dirham. jadi, gimana nih ayamnya, mau dibakar ato disate aja ... kalo disate namanya sate ayam. pengen makan pakai bumbu kacang boleh, pake kecap aja, mangga ... namun tidak bisa dengan bumbu sate padang. soale sate padang itu pedes pisan ... dan hanya halal disantap dengan lidah sapi ..... mari-mari kita makan-makan ....

Sabtu, 07 Agustus 2010

Rumah Aspirasi ato Rumah Rakyat ?

Kita butuh rumah aspirasi, lalu kemana rumah rakyat? Begini Anas menjelaskan kepada ANTARA dan PenaPensil melanjutkannya ke anda. Selamat membaca ...

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, wacana pembangunan rumah aspirasi penting maknanya dan Partai Demokrat akan mendukung rencana tersebut.

"Rumah aspirasi sangat penting," kata Anas di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, rumah aspirasi para anggota DPR itu bisa digunakan menjadi kantor perwakilan di dapil serta bisa dijadikan tanda kedekatan politik anggota dewan dengan konstituennya serta memudahkan agregasi kepentingan rakyat di dapil tersebut.

"Kehadiran rumah aspirasi adalah salah satu tanda akuntabilitas politik anggota dewan," katanya.

Namun demikian, kata Anas, rumah aspirasi tidak perlu dibangun atas biaya APBN.

"Rumah aspirasi bisa dibangun dan dibiayai sendiri oleh masing-masing anggota. Tidak perlu menambah beban APBN. Sewa atau kontrak pun tidak ada masalah, yang penting adalah ada dan hidup," kata Anas.

Sejauh ini, banyak anggota dewan yang sudah mempunyai rumah aspirasi dan didanai secara mandiri.

"Saya misalnya, mendirikan Anas Center di Blitar yang menjadi rumah aspirasi sebelum saya mundur dari Senayan. Anas Center akan tetap hadir dan menjalankan kegiatan ke depan," katanya.

Alternatif lain, kata Anas, adalah memanfaatkan kantor partai di tingkat kabupaten/kota, sehingga kantor partai malah makin hidup kegiatannya.

"Intinya tidak perlu dialokasikan dana APBN untuk rumah aspirasi," katanya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra Pius Lustrilanang menyatakan, secara hukum dana rumah aspirasi ini lebih kuat dibandingkan dana aspirasi dan dana desa.

"Rumah aspirasi ini adalah amanah dari Undang-Undang MD3 (MPR,DPR, DPD, dan DPRD), ini tatibnya juga sudah ada," ujar Pius yang juga wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT).

Ia menambahkan, anggaran dana rumah aspirasi ini juga telah tercantum dalam anggaran BURT.

"Budgetnya kan sudah ada dari anggaran BURT pembangunan sarana yang jumlahnya Rp3,3 triliun itu. Pemerintah baru menyetujui sekitar Rp2,7 triliun. Jadi masih ada sisa Rp500 Miliar, itu yang sedang kami negosiasikan," kata Pius.

Rumah aspirasi akan berbentuk gedung permanen seperti kantor, tetapi bukan membangun rumah baru. Rencananya akan disediakan anggaran sekitar RP200 juta per anggota setiap tahun untuk sewa kantor, menggaji staf dan operasional rumah aspirasi selama setahun.

Kamis, 29 Juli 2010

ramadhan bersama ajwa

diambil dengan paksa dan tanpa kekerasan dari blog-nya abdurrahman. semoga ALLAH memberinya kelapangan dan keleluasaan .... AMIINNNNN!!!!

Ajwa Dates Keep Away Harm, Poison And Magic

Ajwa (عجوة) is a soft dry variety of date fruit from Saudi Arabia. It is cultivated at Madina Monawara. A delightfully soft and fruity date with fine texture.

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Whoever has seven Ajwa dates every morning he will not be harmed on that day by poison or magic.” [Saheeh al-Bukhaaree (5445) (5768) (5769) (5779)].

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Ajwa dates are from paradise.” [Tirmidhee (2068) he said hasan Saheeh and it was authenticated by Shaikh al-Albaani].

Referring to eating seven Ajwa dates, the Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “He will not be harmed by anything until he reaches the evening.” [Saheeh Muslim (2047)].

These dates cost around 70 Saudi Riyals per KiloGram.

There are also "imitations" or some sold an inferior quality dates and "conned" the customers as "AJWA dates" To know whether its AJWA, look closely at the dates. There are very fine white lines on the dates.

ajwa date

Madina Dates Keep Away Harm

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “Whoever has seven dates between the two areas (the east and west of Madina) as soon as he wakes up every morning, he will not be harmed on that day by poison until the evening.” [Saheeh Muslim (154) (2047)].

Dates In One’s Home

The Messenger (Sallallaahu Álayhi Wasallam) said, “O Aisha! A house that has no dates in it their family is hungry. Oh Aisha! A house that has no dates in it their family is hungry.” [Saheeh Muslim (153), (2046)].