site meter

Senin, 06 Desember 2010

Patch Adams, Kenny G, dan Mimpi Seorang Dokter

How much your finger, Patch?
Robin Williams ditanya oleh dosennya ketika ia bermain dengan sangat baik dalam "Patch Adams". Apa yang Patch lihat? Empat jari tangannya perlahan menjadi delapan. Kaburkah penglihatan Patch? Buramkah pandangannya? Patch kecil sering ditinggal ayahnya yang seorang militer. Patch besar, tumbuh menjadi pria dewasa yang suka pada seorang gadis, satu kampus dengannya, juga calon dokter. Patch punya gaya sendiri ketika menjadi mahasiswa kedokteran bahkan ketika prosesi wisuda. Patch punya pendekatan sendiri ketika menghadapi pasien dewasa dan anak-anak. Memang cara-cara Patch tidak biasa, out of role. Bahkan membuat dosen dan para petinggi di fakultas kehabisan akal dan harus menahan amarah. Namun itulah Patch.

Walau dianggap sinting oleh sebagian orang, ia bisa menaklukkan hati seorang gadis cantik. Jika seorang gadis bisa jatuh hati, cara-cara Patch yang urakan ternyata juga bisa meluruhkan keangkuhan fakultas kedokteran untuk kemudian meluluskan Patch hingga menjadi seorang dokter. Patch tidak lagi bermimpi, ia sudah menjadi dokter. Anak seorang militer, kini menjadi dokter. Dialah Patch Adams.

Lalu bagaimana Robin Williams? Jika saya masih menyimpan Best of Kenny G, apakah yang Robin simpan? Adakah indahnya tiupan saxophone Kenny G menjadi koleksi Robin juga? I don't know, coz everyone have one. Like or dislike. It's depend on you. No one can disturb it. I just wanna give one message : hargailah tiap kesenangan. Bahkan untuk seorang anak-anak atau orang yang terlihat tidak rapi dan bersih dalam pandangan kebanyakan. Sadarkah anda, seorang anak yang disebut autis dan down syndrome? Jika mereka mau didekati dengan cara-cara psikologis dan paedagogis, mereka bisa menjadi anak-anak yang luar biasa. Juga untuk anak-anak yang terlampau kita khawatirkan pada masa kecinya hiperaktif. Jika tidak salah dan anda masih berkenan menyimaknya, saya mengutip kata-kata bagus dari sebuah catatan TIMELIFE.

Kuambil segumpal tanah liat
Kubentuk dengan kupijat-pijat
Sementara jariku menekan
terbentuklah yang kuingikan.
Kudatangi beberapa hari kemudian
tanah liat sudah membatu
bentuk buatan tanganku masih tampak jelas
... aku tak dapat lagi mengubahnya
lalu kuambil tanah liat bernyawa
sebuah hati bocah lembut dan peka
dari hari ke hari kubentuk dia
dengan segala kemampuan daya seni
Beberapa tahun kemudian
si bocah telah menjadi orang
sifat-sifat bentukanku masih tetap terlihat
... dan aku tak dapat lagi mengubahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar